Simak Cara Merawat Mesin Mobil Hybrid

Dunia otomotif terus melakukan perkembangan melalui sistem teknologi. Tidak hanya mengandalkan sisi estetika dan kenyamanannya, sistem teknologi pada mobil pun menjadi perhatian utama saat ini. Salah satunya adalah munculnya mobil hybrid.
Apa itu mobil hybrid? Mobil hybrid adalah mobil yang memiliki mesin hybrid, perkembangan dari mobil konvensional sehingga memiliki dua bahan bakar. Bahan bakar pertama adalah bensin dan bahan bakar kedua adalah tenaga listrik.
Bagaimana cara kerja mobil ini? Penjelasan singkatnya adalah bahan bakar listrik akan digunakan pada kecepatan rendah sampai menengah, sedangkan bahan bakar bensin akan digunakan pada kecepatan tinggi. Melihat sisi ini dan berkaca pada mobil konvensional, mobil dengan mesin hybrid dinilai jauh lebih irit.
Saat ini, Indonesia masih berada di masa transisi untuk masuk ke era mobil listrik. Meski sudah ada, namun penggunaan mobil bersistem listrik masih sedikit.
Akibatnya, masih sedikit pula bengkel-bengkel resmi untuk mobil hybrid dan mobil listrik. Maka dari itu, pemilik mobil hybrid harus melakukan perawatan mesin hybrid secara berkala.
Cara Merawat Mesin pada Mobil Hybrid
Anda berniat untuk membeli mobil hybrid? Yuk simak penjelasan berikut ini mengenai perawatan apa saja yang harus diperhatikan ketika Anda memiliki mobil Hybrid.
1. Bersihkan Filter Kipas
Lakukan perawatan filter kipas pada mobil hybrid dengan membersihkannya minimal 6 bulan sekali.
Untuk filter yang sudah sangat kotor, disarankan untuk menggantinya dengan yang baru. Kisaran harga filter kipas sekitar 60 ribuan.
Saran penggantian filter kipas adalah minimal 6 bulan sekali atau setiap 10.000 km.
2. Hindari Mencuci Mesin Hybrid
Pada umumnya, ruang mesin kerap dibersihkan agar komponen tetap terawat dalam keadaan baik dan bersih. Namun, hal ini tidak berlaku pada mobil hybrid.
Mobil hybrid tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Hal ini justru dapat merusak komponen kelistrikannya. Sehingga cara membersihkannya adalah cukup lap menggunakan kain yang sudah dibasahi sedikit.
3. Cek Kondisi Baterai secara Berkala
Jika Anda membeli mobil Hybrid dari kondisi baru tidak perlu mengkhawatirkan kondisi baterai. Namun pada kondisi mobil Hybrid bekas, lakukan pengecekan secara berkala mengenai kondisi baterainya.
Untuk mengeceknya, datangi bengkel resmi untuk melihat performa baterai di atas 10 tahun. Biaya penggantian baterai sekitar Rp20 juta sampai dengan Rp60 jutaan.
4. Periksa Fungsi Sistem Pendingin
Tidak hanya kipas, sistem pendingin juga diperiksa kondisinya. Selalu cek air radiator dan pastikan selalu di batas aman.
Bagian-bagian yang diperiksa terkait sistem pendingin adalah water pump, relay, selang radiator, extra fan, dinamo extra fan, dan bagian lainnya.
Sama dengan mobil lainnya yang juga memiliki komponen vital, salah satunya adalah sistem pendingin. Perawatannya pun cukup sulit karena berfungsi untuk menghindari mobil mengalami overheat.
5. Baca Manual Book
Ketika Anda membeli suatu barang terutama yang memiliki sistem elektrik biasanya akan mendapatkan satu buku pedoman yang berisi terkait produk secara lengkap.
Mobil pun begitu, ketika Anda membelinya terutama mobil baru pasti terdapat manual book di dalamnya. Jika membeli mobil bekas, tergantung dari pengguna sebelumnya. Namun disarankan untuk tidak menghilangkan manual book karena berfungsi sebagai petunjuk.
Rajinlah untuk membaca buku petunjuk sebelum Anda bertanya ke bengkel resmi. Petunjuk telah disusun secara rapi dan mudah dibaca. Selain itu, juga disediakan dalam dua versi bahasa, bahasa indonesia dan bahasa inggris.
Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merawat mesin hybrid agar mobil kesayangan Anda selalu dalam keadaan baik. Meski masih memiliki beberapa kesamaan dengan mobil pada umumnya, perawatan mesin hybrid memiliki cara yang sedikit berbeda. Untuk tips lainnya soal merawat mesin hybrid, bisa cek di https://www.suzukimargondadepok.co.id/.