Berita

    Jaga Konsumen Tetap Sehat dan Aman, Dealer Suzuki Terapkan Pengecekan Suhu Tubuh

    Pengecekan suhu tubuh menjadi salah satu protokol tetap dalam kondisi Covid-19 yang masih berlangsung. Hal ini wajib dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung suatu tempat, sebagai upaya bersama untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

    Berkaitan dengan itu, pihak Suzuki, sangat ketat menjalankan prosedur ini di dealer - dealernya, sesuai dengan petunjuk pemerintah. Pengukuran suhu tubuh penting, karena bisa menjadi petunjuk awal untuk memastikan kondisi tubuh customer sehat atau tidak.

    Dalam sejumlah riset perubahan suhu tubuh, biasanya berhubungan dengan sistem imun seseorang. Dalam kondisi normal atau sehat, biasanya suhu tubuh manusia rata-rata ada di angka 37 derajat celcius. Jika lebih dari itu, maka ada indikasi yang kurang normal berkaitan dengan kesehatannya.

    Petunjuk awal ini yang menjadi basis antisipasi awal yang harus diperhatikan, khususnya di tengah kondisi Covid-19, dimana virusnya dapat dengan cepat menyebar. Karena itu, pihak Suzuki sangat ketat melakukan pengukuran suhu tubuh setiap pengunjung dealernya untuk keamanan bersama.

    Tata Cara Pengukuran Suhu Tubuh

    Dalam menjalankan protokol pengukuran suhu tubuh, pihak Suzuki mewajibkan konsumen untuk melakukan pengecekan suhu sebelum masuk ke dalam diler mereka. Biasanya suhu tubuh konsumen akan dicek dengan Termometer oleh petugas satpam atau security yang bertugas.

    Umumnya jenis Termometer yang digunakan di dealer, untuk mengecek suhu tubuh konsumen adalah Thermogun, yang bisa diarahkan ke bagian tubuh tertentu, yang secara otomatis akan mendeteksi suhu tubuh seseorang.

    Dalam pengukuran suhu tubuh, mereka yang suhu tubuhnya ada di bawah 37 derajat celcius diperbolehkan untuk masuk ke dealer. Sementara mereka yang suhu tubuhnya diatas 37,3 derajat celcius tidak diperbolehkan untuk masuk.

     

    Mereka yang yang terindikasi memiliki suhu tubuh yang abnormal diatas angka 37,3 derajat celcius, akan disarankan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, dari petugas kesehatan yang lebih kompeten.

    Pengecekan Suhu Tubuh Penting

    Mengapa dealer Suzuki sangat ketat soal pengukuran suhu tubuh konsumen? Hal ini tentu menjadi kebiasaan baru, sebagai langkah antisipasi bersama dalam mewaspadai penularan Covid-19 yang masih merebak di Indonesia. Apalagi Jakarta dan daerah penyanggah seperti Bogor, Tangerang, dan Bekasi kerap menjadi tolok ukur perkembangan dan penanganan Covid-19 di Tanah Air. 

    Selain itu, dengan pengukuran suhu tubuh, pihak Suzuki ingin menjaga keamanan dan kenyamanan keamanan dan kenyamanan karyawan dan konsumen dalam interaksi. Pengukuran suhu tubuh dan penerapan protokol kesehatan lainnya juga, sebagai bentuk dukungan Suzuki terhadap pemerintah dalam penanganan Covid-19.

    Pengukuran suhu tubuh tidak serta merta untuk mengetahui suhu tubuh konsumen, tetapi juga bermanfaat bagi konsumen agar lebih aware dengan kondisi tubuh dan kesehatan mereka. Dalam sejumlah penelitian disebutkan suhu tubuh yang lebih dari 37 derajat celcius mengindikasikan adanya gangguan kesehatan.

    Umumnya mereka yang memiliki suhu tubuh yang tinggi sebenarnya sementara terserang virus atau bakteri tertentu. Misalnya demam, biasanya muncul saat suhu tubuh lebih dari 37 derajat Celcius.

    Orang yang terserang demam, menandakan bahwa tubuhnya sedang melawan infeksi virus, karena biasanya virus dan bakteri berkembang biak dengan cepat dalam tubuh di suhu 37º celsius.

    Maka dari itu, tubuh akan meningkatkan suhunya untuk mempertahankan diri dan mencegah patogen jahat ini, yang sedang memperbanyak diri, untuk menyerang imun penderita. Itulah alasan mengapa pengukuran suhu tubuh penting. Apalagi dalam kondisi abnormal seperti saat ini.

    Konsumen Sehat Dilayani Maksimal

    Bagi konsumen yang memiliki suhu tubuh normal akan menerima pelayanan prima dari frontliner dealer Suzuki, sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam pelayanannya pun, pramuniaga yang bertugas sebagai sales, yang melayani penjualan, atau teknisi yang melayani perawatan kendaraan, akan tetap melakukan pelayanannya dengan menjaga protokol kesehatan. 

    Karyawan Suzuki dalam masa Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), tetap akan memberikan layanan yang optimal namun sesuai dengan komitmen higienis Suzuki.

    Karyawan Suzuki yang melayani konsumen, wajib menjalankan pelayanan dengan standar interaksi menjaga jarak minimal 1-2 meter, menggunakan masker dan sarung tangan, penyemprotan disinfektan ke mobil, menggunakan hand sanitizer, hingga pengaturan lay out dan furniture, demi keamanan bersama.

    Karena itu, pihak Suzuki berharap agar konsumen yang berkunjung ke dealer mereka untuk tetap menjalankan prosedur kesehatan mulai dari penggunaan hand sanitizer, pengukuran suhu tubuh, menggunakan masker dan tetap menjaga jarak aman untuk saling melindungi, dalam interaksi yang serba terbatas ini.

    Semua prosedur pelayanan di dealer Suzuki Sejahtera Armada Trada wilayah Depok yang menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat, menjadi komitmen Suzuki sejak awal pandemi, agar memastikan kesehatan konsumen tetap terjaga. Lebih dari itu, mereka juga ingin tetap menjamin kesehatan kendaraan konsumen tetap sehat dan prima ketika digunakan saat pandemi ini, karena akan lebih aman dibandingkan angkutan umum lainnya.