Berita

    Awas! Jangan Sampai Salah Membaca Indikator Pada Mobil

    Setiap mobil pasti memiliki permasalahannya masing-masing. Guna memudahkan pemilik mobil mengenali masalah atau fitur yang digunakan pada kendaraan, pabrikan mobil sudah memberikan beragam indikator pada dashboard kendaraan.

    Masing-masing masalah atau kerusakan yang ditampilkan pada dashboard melalui indikator berbeda. Dengan demikian pemilik kendaraan bisa segera mendapatkan informasi yang jelas mengenai jenis kerusakan atau fitur yang sedang bekerja.

    Tak hanya itu, indikator juga berfungsi untuk memberi peringatan pada pengendara bahwa ada hal-hal yang belum dilakukan. Mulai dari belum menggunakan sabuk pengaman maupun adanya pintu yang kurang rapat. Tentunya semakin banyak indikator kendaraan yang bisa ditampilkan menunjukkan semakin tinggi pula teknologi yang ada pada kendaraan tersebut.

    Dan berikut adalah beberapa indikator yang harus dikenali oleh pemilik kendaraan

    1. Indikator Temperatur

    Indikator Temperatur berfungsi untuk mengingatkan suhu mesin yang terlalu panas dari kondisi seharusnya. Pastikan untuk lebih berhati-hati bila indikator ini menyala karena potensi mobil mengalami kerusakan parah hingga mogok cukup besar.

    Guna menghindari kondisi tersebut, segera tepikan kendaraan dan matikan mobil. Jangan lupa untuk mematikan seluruh fitur mobil, seperti AC, radio dan sebagainya sebelum mematikan mesin mobil. Tak ada salahnya untuk memeriksa mesin mobil dan melakukan perbaikan sendiri. Bila tidak memiliki kemampuan tersebut maka sebaiknya segera hubungi bengkel terdekat.

          2. Indikator Tekanan Oli

    Oli memiliki fungsi yang sangat penting pada mesin mobil dan sangat berbahaya bila terjadi kerusakan pada bagian tersebut. Untuk itu, pabrikan mobil telah memberikan indikator tekanan oli untuk memberi peringatan pada pemilik kendaraan agar melakukan pemeriksaan.

    Umumnya bila indikator tekanan oli menyala artinya jumlah oli didalam mesin telah berkurang. Untuk mengatasinya, cukup tambahkan oli yang spesifikasinya sama dengan yang sudah ada di dalam mesin.

           3. Indikator Check Engine

    Bila Indikator check engine menyala maka artinya ada masalah pada bagian mesin. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan indikator ini menyala mulai dari penutup bensin kurang rapat atau salah satu komponen mesin yang rusak.

          4. Indikator Tekanan Ban

    Meski sangat penting, indikator tekanan ban sebenarnya tidak terlalu banyak dimiliki oleh mobil-mobil di Indonesia. Bila indikator tekanan ban menyala artinya ada ban yang kemungkinan kekurangan tekanan. Untuk mengatasinya adalah dengan menambah angin.

          5. Indikator Bensin

    Yang paling umum untuk dikenali adalah indikator bahan bakar. Umumnya bila indikator bahan bakar menyala artinya bahan bakar di mobil sudah menipis. Untuk mengatasinya adalah dengan mengisi bahan bakar.

    Perlu diketahui bahwa bahan bakar sejatinya tidak boleh dibiarkan dalam kondisi terlalu sedikit. Hal ini karena dikhawatirkan bisa menyebabkan kotoran yang mengendap justru masuk ke ruang bakar dan menyebabkan kerusakan.

          6. Indikator Baterai/Aki

    Kerusakan aki biasa dikenal sebagai silent killer. Hal ini karena gejala kerusakan dari aki umumnya tidak akan terlalu dirasakan hingga tiba-tiba aki tekor. Untuk mengatasi ini, pabrikan mobil telah menyematkan Indikator baterai/aki sehingga pemilik kendaraan bisa mengetahui bahwa ada kerusakan pada bagian tersebut.

    Untuk merawat aki sebenarnya tidak terlalu sulit. Selalu pastikan bahwa air aki dalam jumlah yang tepat. Umumnya pemeriksaan dilakukan sedikitnya satu bulan sekali. Bila enggan untuk melakukan hal tersebut maka tidak ada salahnya untuk memilih aki maintenance free atau aki kering. Bila menggunakan aki kering maka pemilik hanya perlu menggantinya sekitar satu hingga dua tahun sekali.

          7. Indikator Sabuk Pengaman

    Selanjutnya adalah indikator sabuk pengaman. Indikator ini akan menyala bila pengemudi atau penumpang tidak menggunakan sabuk pengaman. Selain lampu indikator menyala, akan terdengar suara peringatan yang cukup mengganggu sehingga diharapkan pengemudi atau penumpang segera memasang sabuk pengaman.

          8. Indikator Rem

    Indikator rem juga salah satu yang umum dilihat oleh pengendara. Pasalnya, indikator ini akan menyala selama rem tangan berfungsi. Namun, bila rem tangan sudah dilepaskan dan indikator masih menyala artinya ada masalah pada bagian rem. Umumnya kerusakan tersebut disebabkan oleh minyak rem sudah habis. Untuk mengatasinya, pemilik kendaraan cukup menambahkan minyak rem.

          9. Indikator Pintu

    Pintu yang kurang rapat menutup akan sangat berbahaya bila dibiarkan. Untuk itu pabrikan mobil mulai memasangkan indikator pintu untuk memberi peringatan kepada pengemudi dan penumpang bahwa ada yang kurang dapat menutup pintu mobil.

    Untuk mengatasinya, cukup buka kembali pintu dan tutup pintu dengan benar. Untuk beberapa mobil, indikator akan menunjukkan pintu bagian mana yang masih belum rapat tertutup sehingga lebih mudah dikenali kesalahannya.

          10. Indikator Airbag

    Tidak semua mobil memiliki airbag untuk itu tidak semua kendaraan pula yang memiliki indikator airbag. Perlu diketahui bahwa bila indikator airbag menyala artinya ada kerusakan pada airbag dan sebaiknya segera perbaiki di bengkel resmi.

          11. Indikator ABS

    Sama seperti airbag, tidak semua kendaraan memiliki sistem pengereman ABS. Dan bila indikator ABS menyala artinya ada sesuatu yang salah pada sistem ABS. Hal ini harus menjadi perhatian karena ada potensi mobil tidak bisa berkurang kecepatannya karena kerusakan ini.

    Apabila ada lampu indikator mobil yang belum menyala,  Untuk anda yang disekitar wilayah Depok, Anda bisa cek langsung di bengkel resmi Suzuki & booking segera jadwal servis anda pada halaman service di website www.suzukimargondadepok.co.id. Pengecekan akan dilakukan oleh teknisi profesional kami sehingga Anda tidak perlu bingung untuk membuka mesin sendiri.